M0819005, Angelina Novia Defatima penulis Mahasiswa program studi Ilmu Lingkungan (il.mipa.uns.ac.id) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (mipa.uns.ac.id)
A. Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin pesat dapat mengurangi jarak ruang dan waktu Hadirnya Augmented Reality (AR) yang dapat menggabungkan benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antar benda dalam tiga dimensi dapat mengurangi jarak ruang dan waktu meskipun ada perbedaan zaman berjuta tahun lamanya.
Sesuai yang ditulis pada jurnal Augmented Reality Sebagai Media Informasi Museum Purbakala Sangiran , Sangiran merupakan situs manusia purba terlengkap di Asia dan mempunyai banyak sejarah sejarah kehidupan lebih dari 2 juta tahun yang lalu. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk membahas jurnal Augmented Reality Sebagai Media Informasi Museum Purbakal Sangiran.
B. Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan artikel ilmiah ini adalah menganalisis rancangan skenario Augmented Reality (AR) yang akan diterapkan di Museum Purbakala Sangiran.
C. Pembahasan
Perancangan skenario yang diwakili oleh marker dalam penampilannya nanti dengan urutan sebagai berikut :
Halaman 1 ( Sejarah Sangiran )
Pada halaman ini terdapat obyek 3 dimensi gedung musuem sangiran yang terdiri dari gapura, patung manusia purba, ruang pameran, ruang seminar, kantor balai pelestarian situs
purbakala sangiran dan toko – toko sovenir. Dalam Marker 1 ini menceritakan t entang sejarah umum Museum Purbakala Sangiran yang mana terdapat 3 marker di dalamnya yang berfungsi untuk menampilkan obyek 3 dimensi museum sangiran, video sejarah museum sangiran, teks informasi museum sangiran dan marker yang digunakan untuk menjelajahi obyek 3 dimensi museum sangiran.
Halaman 2 ( Perjalanan Homo Erektus ke Tanah Jawa )
Pada halaman ini terdapat animasi obyek manusia purba yang bermigrasi melalui jembatan darat yang terbentuk karena menyusutnya air yang menghilanghkan Laut Cina Selatan dan Laut Jawa sehingga dasar laut menjadi lembah, setelah laut menjadi lembah akhirnya Homo Erektus bisa sampai di tanah Jawa.
Halaman 3 ( Struktur tanah Sangiran )
Pada halaman ini terdapat obyek 3 dimensi lapisan – lapisan tanah Museum Sangiran, tidak terdapat animasi hanya obyek diam. Dalam marker ini menjelaskan tentang struktur lapisan tanah yang terdapat pada Situs Purbakala Sangiran yang mana terdapat 3 marker didalamnya yang berfungsi menampilkan obyek 3 dimensi struktur tanah Sangiran, video yang menjelaskan struktur tanah Sangiran, teks informasi dan marker yang digunakan untuk memperbesar obyek 3 dimensi struktur tanah Sangiran.
Halaman 4 ( Sejarah kubah Sangiran )
Pada halaman ini terdapat animasi obyek 3 dimensi l lembah sangiran yang mendapat gerakan eksogen dari kanan kiri dan gerakan endogen dari bawah kemudia tererosi hingga
membentuk sebuah cekungan kubah yang dinamakan dome. Dalam marker ini menjelaskan tentang sejarah terbentuknya kubah yang terdapat pada Situs Purbakala Sangiran yang mana terdapat 3 marker didalamnya yang berfungsi menampilkan animasi obyek 3 dimensi proses terjadinya kubah Sangiran, video yang menjelaskan terjadinya kubah Sangiran, teks informasi dan marker yang digunakan untuk memperbesar obyek 3 dimensi kubah Sangiran
Halaman 5 ( Kehidupan Homo Erektus )
Pada halamn ini terdapat animasi kegiatan manusia purba di hutan terbuka, terdapat animasi manusia purba membuat batu, berburu dan berinteraksi dengan bahasa isyarat pada manusia purba lainnya. Dalam marker ini menjelaskan tentang kehidupan manusia purba Homo Erektus yang mana terdapat 3 marker didalamnya yang berfungsi menampilkan animasi obyek 3 dimensi kehidupan manusia purba Homo Erektus, video yang menjelaskan kehidupan manusia purba Homo Erektus, teks informasi dan marker yang digunakan untuk memperlihatkan cara berburu, membuat batu dan bahasa isyarat Homo Erektus.
Halaman 6 ( Evolusi Manusia Purba )
Pada halaman ini terdapat obyek 3 dimensi tengkorak manusia purba Australophitecus africanus, Australophitecus robustus, Australophitecus boisei, Homo hibilis, Homo erektus, Homo nedhertaelensis, Cro – Magnon. Tidak terdapat animasi dalam halaman ini. Dalam marker ini menjelaskan tentang tahapan evolusi ma nusia purba, yang mana terdapat 3 marker didalamnya yang berfungsi menampilkan animasi obyek 3 dimensi tengkorak – tengkorak
manusia purba, teks informasi dan marker yang digunakan untuk memperlihatkan tengkorak manusia purba dari Australopithecus Africanus yang paling tua sampai Manusia
Purba Cro – Magnon yang paling muda.
Halaman 7 (Penyebab kepunahan manusia purba (Hujan meteor))
Pada halaman ini terdapat animasi obyek 3 dimensi hutan terbuka yang terkena letusan meteor hingga terjadi kebakaran dimana – mana. Dalam marker ini menjelaskan tentang dugaan penyebab kepunahan manusia purba karena hujan meteor, yang mana terdapat 3 marker didalamnya yang berfungsi menampilkan animasi obyek 3 dimensi hujan meteor, video yang menjelaskan tentang hujan meteor, teks informasi dan marker yang digunakan untuk memperbesar animasi obyek 3 dimensi hujan meteor.
D. Kesimpulan
Augmented reality (AR) ini memberikan informasi sejarah Museum Sangiran, perjalanan manusia purba menuju sangiran, struktur tanah sangiran, sejarah terjadinya kubah sangiran, kehidupan homo erektus, proses evolusi manusia purba, penyebab punahnya manusia purba.
sumber :https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552, https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552,https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552, https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552,https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552, https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552,https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552, https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552,https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552, https://jurnal.uns.ac.id/itsmart/article/view/600/552,